Ada sosok
mayat laki-laki. Masih segar. Habis dibunuh dengan dikeroyok oleh sekelompok
orang. orang-orang itu ribut, menentukan siapa yang telah membunuh mayat itu.
perseteruan itu demikian seru, mirip sekali perdebatan di ruang-ruang pengadilan.
Padahal mereka hanya sekelompok orang yang ingin jadi pembunuh, dan repot
menentukan siapa yang menjadi pembunuh utama hingga korban pun tewas. Si Korban
adalah orang kurang beruntung yang kebetulan melintas, tapi seperti dikirim
oleh Tuhan untuk membuat seseorang menjadi pembunuh, dan waktu itu, gelar
pembunuh sangatlah membanggakan.
“Itu korbanku! Jelas,
lihat luka di tangannya!” Pembawa Kapak mencoba mengaku. “Darah dari luka itu
cukup banyak. Sudah jelas ia mayatku!” Ia ngotot sekali. reputasinya memang
sudah sangat besar sebagai Si Kapak Malaikat.